Postingan

Belum Jadi Guru Yang Baik

Gambar
  Journal Hari guru hanyalah pengingat, sejatinya tiap hari adalah hari guru. Hari di mana untuk merefleksikan segala bentuk aktivitas dalam kelas. Melalui refleksi itu dapat disimpulkan bahwa BELUM JADI GURU YANG BAIK, karena masih banyak siswa yang belum menemukan potensi terbaiknya selama di sekolah, belum semua terakomodir kebutuhan belajarnya. Semua anak memiliki kemampuan hanya butuh stimulan untuk memunculkannya. Formulasi stimulan itu belum mampu ditemukan karena masih jauh dari kata "guru yang baik" Jika kemarin ada yang mengucapkan kata terimakasih telah membimbing dan mengajarkan ilmu, maka hari ini ingin mengucapkan terimakasih kepada siswa, karena sebagai guru banyak belajar dari siswa, belajar bersabar, belajar memahami, belajar menerima bahwa pendidikan adalah kerelaan hati dalam berjuang. Jikalau apa yang disampaikan kemarin dan hari ini tidak berdampak bagi siswa, masih ada hari esok, karena setiap orang memiliki momentum berbeda untuk berubah. 

Keputusan Berbasis Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin

Gambar
  Keputusan Berbasis Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin Bagaimana filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin? Sebagai seorang guru dalam mengambil keputusan yang efektif tidak terlepas dari pandangan seorang bapak pendidikan Ki Hajar Dewantara yaitu  Pratap Triloka dan sistem among untuk membangun karakter dan pengambilan keputusan berbasis nilai kebajikan. Filosofi Pratap Triloka Ing ngarsa sung tulada bahwa seorang pemimpin harus memberikan teladan, apakah dilihat atau tidak oleh pandangan orang lain. Terutama seorang guru harus memberikan contoh dan praktik baik kepada murid dalam hal tingkah laku atau pengajaran.  Ing madya mangun karsa guru  memabangun semangat, motivasi, menjadi penengah, dan pamong untuk membantu murid menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan terhadap permasalahannya secara mandiri. Tut Wuri Handayani guru sebagai pamong memberikan dorongan kepada murid...

Generasi Alpha

Gambar
  Tahun ajaran baru, kelas baru, semangat baru. Inilah momen hari ini, Senin, 18 Maret 2022. Sebelum pukul 07.00 murid sudah banyak murid berdatangan. Pukul 07.00 lapangan sudah terlihat ramai oleh orang tua murid kelas satu. Momen ini terjadi setiap awal tahun ajaran baru, antusiasme orang tua untuk mengantar dan melihat anak masuk sekolah. Di kelas pun lebih dari setengah dari jumlah murid sudah menempati  bangku masing-masing. Rangkaian masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di awali dengan sambutan kepala sekolah, kemudian dilanjutkan dengan aktivitas di kelas ditemani oleh Harnida Harun . Mulai dari salat duha, Perkenalan, mengisi lembar asesmen diagnosis. Banyak hal menarik yang membuat terkekeh dengan tingkah-tingkah murid. Bahkan ada ada yang baru nyadar, ternyata ia sudah naik di kelas lima. Dari sekian keunikan ada satu ingin diceritakan lewat tulisan ini. Pada saat istirahat semua mengeluarkan bekal yang dibawa. Salah seorang murid menghampiri, "Apa kantin buka?...
Gambar
 1.1.a.8. Koneksi Antar Materi_Kesimpulan dan Refleksi Materi Ratih SD Islam Terpadu Wahdah Islamiyah 01 Makassar Calon Guru Penggerak Angkatan 5 Fasilitator: Sri Gunanti Pengajar Praktik: Nuzul Haq Apa yang Anda percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum Anda  mempelajari modul 1.1? Karakteristik peserta didik dalam satu kelas berbeda-beda, mereka dari latar  belakang, lingkungan, memiliki gaya belajar, dan  kemampuan yang berbeda. Dari perbedaan itu sebenarnya adalah sumber pengetahuan untuk terus digali dan dikembangan. Namun, masih ada sebagian di antara kita menganggap bahwa murid tak memiliki pengetahuan sehingga guru harus mentransfer ilmu pengetahuan melalui penjelasan materi panjang lebar.  Serta kurang memperhatikan sisi psikologis murid, lebih mengutamakan bagaimana agar tersampaikan seluruh materi pada kompetensi dasar (KD) yang sudah ditetapkan dari silabus. Padahal sejatinya  murid sudah memiliki kompetensi bawaan sejak lahir wala...

Wawancara Tentang Perempuan Masa Kini

Gambar
Seorang reporter tabloid fajar pendidikan minta wawancara. Tema yang dia tanyakan adalah tentang Perempuan Masa Kini dan Pendidikan. Ada delapan pertanyaan yang diajukan. Tentu aku menjawab sesuai ilmu, keadaan diri, dan keadaan sekitar. Dari delapan pertanyaan, aku menulis pertanyaan terakhir dari sang reporter. "Apa saran dan harapan Anda sebagai seorang perempuan untuk perempuan-perempuan di luar sana?" Tantangan terbesar seorang perempuan ada pada dirinya sendiri. Merasa insecure dan membatasi diri. Orang yang berhenti melampaui keterbatasannya, dia sedang berhenti menjadi lebih baik. Lampui keterbatasan kita (push the limit). Bangun kebiasaan yang baik. Jadilah perempuan yang belajar dan membelajarkan. Jadilah perempuan yang bergerak dan menggerakkan. Satu-satunya yang pasti terjadi adalah perubahan. Teruslah berubah lebih baik melalui proses belajar dan pengalaman.  Perempuan sudah diciptakan dengan keindahannya. Jaga keindahan itu dengan akhlak yang mulia.  Jika sudah...

Apa yang Kita Cari?

Gambar
 Russel Conwell, dalam bukunya yang berjudul Acres of Diamonds . Bercerita tentang seorang laki-laki tua bernama Ali Hafed yang tinggal di dekat Sungai Indus. Ali memiliki lahan pertanian yang sangat luas yang dijadikannya kebun buah-buahan, ladang gandum, dan kebun bunga. Ia juga memiliki uang yang banyak. Ali adalah orang kaya yang bahagia. Pada suatu hari, Ali kedatangan tamu, seorang pemuka agama yang bercerita tentang keindahan batu permata. Si pemuka agama itu berkata, "Anakku, kalau kau memiliki sebuah batu permata sebesar ibu jarimu, kamu bisa membeli sebuah kota. Kalau kamu memiliki tambang permata, kamu bisa membuat anak-anakmu menjadi raja." Setelah pemuka agama itu pergi, Ali Hafed begitu terkesan. Bahkan, berhari-hari ia selalu membayangkan permata itu. Sejak saat itulah Ali Hafed mulai merasa ada yang kurang dalam hidupnya. Ia membayangkan betapa menyenangkan jika bisa memiliki permata seperti itu. Pada suatu hari, Ali membulatkan tekad. Ia memutuskan menjual ru...

Alhamdulillah

  Yang Selalu Mengucap, "Alhamdulillah." Bukan pada soal berapa, tetapi soal rasa yang memenuhi rongga dada yang menuntun hati dan lisan untuk selalu mengucap kata sebagai rasa syukur atas nikmat yang tersaji dalam berbagai rupa. Matahari tak terlalu terik dan tak ada juga awan menyapa, langit yang membentang tampak cerah sehingga tercipta suasana bersahabat untuk segala aktivitas bagi mereka yang dianugerahi raga yang bugar. Di belakang sebuah gedung anak-anak berkerumun membeli jualan seorang bapak yang sejak tadi pagi-pagi mengatur jualannya. Guratan rasa syukur terpancar dari wajahnya melalui lisannya yang selalu terucap kalimat, "Alhamdulillah." pada setiap sodoran uang yang ia dapatkan. Allah menggerakkan kaki ini untuk berjalan mendekat dan membelanjakan sebagian rezeki kepadanya. Antrian anak-anak belum usai. Anak berikutnya maju menyodorkan uang Rp 2000. Terlontar lagi kalimat, "Alhamdulillah." Kemudian anak berikutnya lagi menyodorkan uang Rp 10...